“Hasilnya menunjukkan bahwa kematian ayam-ayam tersebut disebabkan oleh infeksi virus Avian Influenza,” ujar Nasir, saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (24/1/2025). Ia juga menyebutkan bahwa indikasi flu burung positif ditemukan di tiga lokasi yang melaporkan kematian mendadak pada ayam, yaitu Desa Ciseurehen, Desa Tarumanegara, dan Desa Karangbolong.
Meskipun demikian, Nasir mengimbau masyarakat agar tidak panik. Ia menyarankan langkah-langkah pencegahan, seperti membakar dan mengubur ayam yang mati, membersihkan kandang dengan desinfektan atau air sabun, serta menghindari kontak dengan ayam yang sakit atau mati. “Masyarakat juga disarankan untuk memakai masker saat menangani ayam,” tambahnya.
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Pandeglang telah menurunkan tim dari UPT Puskeswan untuk memantau perkembangan kasus ini dan mengambil sampel tambahan yang akan dikirim ke laboratorium pusat.
Nasir menjelaskan bahwa masa hidup virus AI hanya sekitar dua minggu, sehingga diperlukan isolasi ayam yang terinfeksi agar penyebaran virus dapat dicegah.
“Selain itu, kami juga mengimbau pemilik ayam yang sehat untuk memberikan vitamin guna meningkatkan daya tahan tubuh ayam mereka,” ungkapnya. Tim juga melakukan isolasi ayam di kandang agar tidak menyebarkan virus lebih jauh.
Kepala UPTD Pelayanan dan Pengujian Veteriner Dinas Pertanian Banten, drh. Novia Herwandi, mengonfirmasi bahwa hasil uji laboratorium menunjukkan ayam-ayam yang mati mendadak di Kecamatan Cigeulis positif terinfeksi virus AI.
“Kami telah melakukan uji laboratorium dan hasilnya positif flu burung. Kami juga sudah menyampaikan hasil tersebut ke Dinas Pertanian Pandeglang,” jelas Novia.
Sebagai langkah lanjutan, sampel tambahan telah dikirimkan ke laboratorium pusat untuk memastikan hasil sementara ini. Pihaknya menunggu hasil uji lanjutan guna memastikan penyebab kematian ayam di wilayah tersebut.
Nasir menambahkan, pihaknya akan terus memantau perkembangan situasi dan menyampaikan informasi terbaru kepada masyarakat. “Kami juga berkoordinasi dengan pihak kecamatan dan desa agar informasi ini dapat disebarluaskan dengan baik demi mengendalikan penyebaran virus AI,” pungkasnya.
Tinggalkan Balasan