BANTENLIVE.COM- Di tengah derasnya arus digital yang membuat anak semakin akrab dengan gawai, Gramedia menghadirkan Festival Literasi Rimba Kata di Bintaro Jaya Xchange Mall mulai 28 April hingga 3 Mei 2026.
Festival tersebut hadir sebagai ruang interaktif yang mempertemukan anak dan orangtua dalam pengalaman literasi yang menyenangkan.
Vice GM Penerbit Gramedia, Noni Mira, mengungkapkan bahwa tantangan terbesar saat ini bukan hanya mendidik anak, tetapi juga bersaing dengan daya tarik gadget yang begitu kuat.
“Bahkan untuk orang dewasa saja gawai itu menyenangkan, apalagi untuk anak-anak. Karena itu kami menyediakan buku sesuai jenjang usia, bahkan sejak usia 0 tahun, agar orangtua bisa mulai mengenalkan literasi sejak dini,” ujarnya.

Belajar Literasi Lewat Aktivitas Seru dan Interaktif
Festival Rimba Kata tidak sekadar menghadirkan buku, tetapi juga berbagai aktivitas menarik yang dirancang untuk menumbuhkan kecintaan anak terhadap literasi.
Mulai dari kegiatan mewarnai, lomba, hingga sesi interaktif antara orangtua dan anak.
Konsep utama festival ini adalah keterlibatan aktif orangtua. Dengan demikian, literasi tidak hanya menjadi aktivitas individu anak, tetapi juga menjadi momen kebersamaan keluarga.
“Kami ingin anak-anak menyukai buku sejak kecil, dan itu perlu peran orangtua. Karena itu kegiatan di sini dirancang untuk melibatkan keduanya,” tambah Noni.
Peran Orangtua Jadi Kunci Utama Literasi Anak
Penulis Riza Iwan menegaskan bahwa peran orangtua tidak bisa digantikan dalam membangun kebiasaan membaca. Salah satu cara paling sederhana adalah melalui kegiatan mendongeng.
“Anak yang awalnya tidak tertarik membaca bisa mulai tertarik ketika orangtua membacakan cerita. Dari sana, imajinasi mereka tumbuh,” jelasnya.
Selain itu, pendekatan visual seperti bercerita melalui gambar juga dinilai efektif untuk menarik perhatian anak di tahap awal.
Pengisi suara karakter Meri dalam film Jumbo, Quinn Salman, turut berbagi pengalaman pribadinya tentang manfaat membaca. Menurutnya, kebiasaan membaca sejak kecil mampu meningkatkan kreativitas dan daya imajinasi.
“Dulu aku termotivasi membaca untuk membacakan cerita ke boneka. Sekarang, membaca membantu menambah imajinasi,” ungkapnya.
Ia juga mengajak anak-anak untuk menjadikan membaca sebagai hiburan yang menyenangkan, bukan kewajiban.
Zona Edukatif dan Hiburan dalam Festival Literasi Rimba Kata
Festival ini menghadirkan berbagai zona menarik yang dirancang untuk merangsang minat literasi anak, di antaranya:
- Area Membaca: menyediakan buku gratis dan pendongeng untuk anak
- Area Berpikir: pengalaman unik seperti planetarium dan observasi bintang
- Area Pajang Karya: ruang apresiasi untuk hasil kreativitas anak
- Area Menulis: tempat pengunjung mengekspresikan ide dan pesan
- Bazaar Buku Anak: beragam pilihan buku berkualitas di Semesta Buku Anak.
- Panggung Karakter: menghadirkan tokoh masa kecil seperti Bobo dan Kiko
Dengan konsep tersebut, Rimba Kata diharapkan menjadi “ladang” yang menumbuhkan benih literasi melalui pengalaman yang menyenangkan dan berkesan.
Melihat antusiasme yang tinggi, penyelenggara berharap Festival Literasi Rimba Kata tidak hanya berlangsung di Tangerang Selatan, tetapi juga dapat digelar secara rutin di berbagai daerah lainnya di Indonesia.
Melalui pendekatan yang menyenangkan dan melibatkan keluarga, festival ini menjadi langkah nyata dalam membangun generasi yang gemar membaca sejak usia dini.

Tinggalkan Balasan