TANGSEL, BANTENLIVE.COM – Kondisi bus sekolah Tangsel yang kerap penuh hingga membuat sebagian pelajar harus beralih menggunakan angkot, ojek online, atau diantar orang tua dinilai menjadi sinyal bahwa kebutuhan transportasi pelajar di Kota Tangerang Selatan masih belum terpenuhi secara optimal.

Direktur Eksekutif Kajian Politik Nasional (KPN) sekaligus pengamat kebijakan publik, Adib Miftahul, menilai Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan perlu menjadikan penambahan armada bus sekolah sebagai salah satu program prioritas.

Menurutnya, pengadaan bus sekolah Tangsel baru tidak hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), tetapi juga dapat didukung melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Tangsel.

“Perlu dilakukan penambahan bus, kalau saya lihat di lapangan memang armadanya masih kurang. Pengadaannya bisa bersumber dari APBD maupun memaksimalkan CSR perusahaan-perusahaan yang ada di Tangsel,” kata Adib, Jumat (31 Juli 2026).

Menurutnya, bus sekolah Tangsel merupakan layanan publik yang sangat vital karena memberikan kemudahan akses bagi pelajar untuk mendapatkan pendidikan. Selain membantu menekan biaya transportasi, keberadaan bus sekolah juga mendukung siswa agar dapat berangkat ke sekolah dengan lebih aman dan nyaman.

“Ini layanan yang penting. Bukan hanya gratis, tetapi juga mendukung anak-anak agar lebih mudah menuju sekolah,” ujarnya.

Adib menilai penambahan armada bus sekolah juga akan memberikan dampak positif terhadap persoalan lalu lintas di Tangerang Selatan. Selama ini, banyak orang tua yang mengantar anak menggunakan sepeda motor sehingga memicu kepadatan kendaraan di sekitar sekolah pada jam sibuk.

“Kalau bus sekolah Tangsel diperbanyak, saya kira bisa mengurangi kepadatan kendaraan di jalan dan juga menekan risiko kecelakaan lalu lintas,” jelasnya.

Ia mendorong Pemkot Tangsel melakukan pemetaan kebutuhan armada bus sekolah di setiap wilayah agar layanan tersebut dapat menjangkau lebih banyak pelajar.

“Saya kira ini harus menjadi skala prioritas Pemkot Tangsel. Hitung kebutuhan armadanya, lalu sebar bus sekolah agar bisa melayani seluruh wilayah di Tangsel,” tegasnya.

Menurut Adib, penyediaan transportasi sekolah yang memadai juga sejalan dengan visi Tangerang Selatan sebagai kota yang cerdas dan modern. Sistem transportasi pelajar yang terintegrasi diyakini tidak hanya memudahkan akses pendidikan, tetapi juga berkontribusi mengurangi kemacetan dan meningkatkan keselamatan berlalu lintas.

Pernyataan tersebut menguatkan kondisi yang saat ini dialami sejumlah pelajar di Tangsel. Keterbatasan kapasitas bus sekolah membuat sebagian siswa harus mengeluarkan biaya tambahan untuk naik angkot maupun ojek online agar tetap tiba di sekolah tepat waktu.

Kondisi itu menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap layanan bus sekolah, yang perlu diimbangi dengan penambahan armada agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas.

Malik Abdul Aziz
Editor
Malik Abdul Aziz
Reporter