TANGERANG SELATAN – Seratusan ibu rumah tangga warga antre sembako murah di Bazar Ramadan Tangsel 2026 yang digelar di kantor Kecamatan Pondok Aren, Kamis (5/3/2026) pagi.
Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menggelar kegiatan Bazar Ramadan secara serentak di tujuh kecamatan se-Kota Tangerang Selatan, salah satunya Pondok Aren.
Program ini menjadi oase bagi warga di tengah fluktuasi harga pangan yang kerap merangkak naik menjelang Idulfitri.
Camat Pondok Aren, Hendra, mengungkapkan, antusias warga dalam Bazar Ramadan Tangsel 2026 sangat luar biasa.
Itu terlihat saat suasana hujan deras membasahi area bazar tak menyurutkan para ibu rumah tangga antre sejak sejak pagi hari sebelum gerai resmi dibuka.
“Antusiasnya sangat tinggi. Walaupun sempat diguyur hujan, warga sudah datang sejak pagi. Mayoritas memang ibu-ibu, mereka rela mengantre untuk mendapatkan sembako, pakaian, hingga kue lebaran dengan harga terjangkau,” ujar Hendra saat ditemui di lokasi kegiatan.
Meski begitu, hujan hanya sebagian membasahi para ibu rumah tangga karena panitia menyediakan sebuah tenda besar berukuran lebih kurang 20 x 6 meter.
Wajah mereka tampak sumringah meski harus antre di meja kasir. Tampak petugas kasir mengenakan seragam minimarket melayani dengan sabar warga sambil memeriksa barang belanjaan menggunakan mesin scanning.
“Mumpung murah lumayan buat belanja kebutuhan rumah. Belanja Rp500.000 udah dapet banyak buat persiapan mudik lebaran,” tutur Tari (34), warga Pondok Aren, yang memborong kebutuhan dapur dan biskuit.
Secara terpisah, Plt Kepala Disperindag Kota Tangsel, Bachtiar Priyambodo, menjelaskan bahwa harga sembako murah dalam Bazar Ramadan Tangsel 2026 bukan berasal dari subsidi APBD, melainkan hasil kolaborasi dengan berbagai mitra usaha dan tenant yang memberikan promo khusus Ramadan.
Menurutnya, Bazar Ramadan tahun ini bukan sekadar acara seremonial, melainkan merupakan instrumen strategis untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan pasokan pangan tetap aman bagi masyarakat.
“Kami berkolaborasi dengan mitra usaha dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk memastikan harga yang sampai ke tangan warga lebih murah dari harga pasar,” kata Bachtiar.
Langkah ini diambil sebagai upaya nyata Pemkot Tangsel dalam mengendalikan inflasi daerah. Dengan terjaganya daya beli masyarakat, diharapkan stabilitas ekonomi lokal tetap kokoh selama bulan suci.
Selain menjual beras, minyak goreng, dan gula, bazar ini juga menyediakan berbagai kebutuhan pendukung seperti komoditas segar dan perlengkapan hari raya untuk memperkuat solidaritas sosial antara pemerintah dan dunia usaha.

Tinggalkan Balasan