TANGSEL, BANTENLIVE.COM – Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Benyamin Davnie memastikan bahwa transformasi digital akan menjadi salah satu fokus utama pembangunan di Tangsel dengan aplikasi brrnama “Tangsel One”.

Salah satu langkah konkret yang tengah disiapkan adalah peluncuran aplikasi tersebut. Aplikasi ini dirancang sebagai platform terpadu yang mengintegrasikan berbagai layanan publik dalam satu sistem.

Menurut Benyamin, melalui Tangsel One, masyarakat nantinya dapat mengakses berbagai kebutuhan layanan tanpa harus berpindah-pindah aplikasi.

“Semua aplikasi akan dihimpun dalam satu platform. Mau apa saja, bisa diakses dari situ,” jelasnya, saat diwawancarai di Gedung Pemkot Tangsel, Kamis (9 April 2026).

Tidak hanya itu, aplikasi Tangsel One juga akan dilengkapi dengan fitur penyampaian aspirasi masyarakat secara langsung. Dengan demikian, warga tidak perlu lagi menyampaikan keluhan melalui jalur informal seperti pesan pribadi.

Sistem tersebut akan memiliki mekanisme pemetaan kebutuhan masyarakat, sehingga setiap laporan dapat ditindaklanjuti secara terstruktur oleh pemerintah.

Namun, di balik upaya digitalisasi ini, Benyamin mengakui adanya tantangan dalam pengelolaan sumber daya manusia. Ia menyebutkan bahwa penggunaan teknologi seharusnya dapat mengurangi kebutuhan tenaga kerja.

Sayangnya, kondisi tersebut tidak sepenuhnya bisa diterapkan karena adanya aturan kepegawaian yang harus dipatuhi. Pemerintah tetap harus mempertahankan jumlah pegawai yang ada.

“Ini tantangan. Teknologi mestinya mengurangi personel, tapi kita tidak bisa begitu saja,” ungkapnya.

Meski demikian, ia memastikan bahwa belanja pegawai akan tetap dijaga agar tidak melebihi batas ideal, yakni sekitar 30 persen dari total anggaran.

Ke depan, digitalisasi diharapkan tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga memperkuat transparansi dan akuntabilitas pelayanan publik di Tangerang Selatan.

Malik Abdul Aziz
Editor
Malik Abdul Aziz
Reporter