BANTENLIVE.COM- Komitmen terhadap pelestarian ekosistem laut terus diperkuat oleh BXSea Oceanarium melalui kerja sama internasional bersama YO-GYO Aquarium Jepang.
Kolaborasi ini menjadi langkah penting dalam mendukung upaya konservasi biota laut sekaligus meningkatkan kualitas edukasi kelautan bagi masyarakat Indonesia.
Kerja sama tersebut lahir dari pertemuan kedua institusi yang berlangsung di Jepang pada 15 Maret 2026.
Dalam pertemuan itu, BXSea Oceanarium dan YO-GYO Aquarium menemukan kesamaan visi dalam menjaga keberlanjutan kehidupan laut melalui pendekatan berbasis ilmu pengetahuan, pertukaran pengalaman, serta tanggung jawab bersama terhadap lingkungan maritim global.
Kolaborasi lintas negara ini menjadi bukti bahwa pelestarian laut tidak dapat dilakukan secara individual, melainkan membutuhkan sinergi berbagai pihak, termasuk lembaga konservasi, dunia pendidikan, pemerintah, hingga masyarakat luas.
Hibah Bayi Pot-Bellied Seahorse Jadi Simbol Kepercayaan dan Komitmen Konservasi
Sebagai bentuk nyata dari kerja sama tersebut, YO-GYO Aquarium Jepang memberikan hibah sejumlah biota laut kepada BXSea Oceanarium.

Hibah ini tidak hanya menjadi simbol persahabatan antar lembaga konservasi, tetapi juga mencerminkan komitmen jangka panjang dalam mendukung upaya perlindungan spesies laut di tingkat internasional.
Salah satu spesies yang menjadi perhatian utama adalah bayi Pot-Bellied Seahorse atau kuda laut perut buncit. Sejak 23 April 2026, biota unik tersebut telah resmi menghuni Conservation Zone BXSea Oceanarium dan menjadi bagian dari area edukatif yang dapat disaksikan langsung oleh pengunjung.
Kehadiran Pot-Bellied Seahorse diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem laut.
Selain itu, spesies ini juga dapat menjadi media pembelajaran yang menarik bagi anak-anak maupun generasi muda tentang pentingnya konservasi sejak dini.
BXSea Oceanarium Tidak Hanya Menjadi Destinasi Wisata, Tetapi Pusat Edukasi Kelautan
Melalui kerja sama internasional ini, BXSea Oceanarium semakin mempertegas posisinya sebagai lebih dari sekadar destinasi rekreasi keluarga.

Institusi ini terus mengembangkan perannya sebagai pusat edukasi, penelitian, dan konservasi yang berkontribusi bagi masa depan keberlanjutan biota laut.
Sementara itu, Manajer Unit BXSea, Sri Agung, mengungkapkan rasa syukur atas terjalinnya kerja sama strategis dengan YO-GYO Aquarium Jepang yang berada di bawah naungan Blue Corner Inc.
Menurutnya, hibah Pot-Bellied Seahorse yang kini berada di area Journey Seahorse Empires BXSea akan memberikan nilai tambah bagi pengalaman pengunjung.
Tidak hanya menghadirkan daya tarik baru, kehadiran spesies tersebut juga menjadi bukti nyata komitmen BXSea dalam mendukung program konservasi laut secara berkelanjutan.
“Melalui kerja sama ini, BXSea menerima hibah biota Pot-Bellied Seahorse yang saat ini telah menjadi bagian dari area Journey Seahorse Empires. Kami berharap kehadiran spesies ini dapat memperkaya pengalaman edukatif sekaligus menjadi daya tarik baru bagi pengunjung serta memperkuat komitmen kami dalam mendukung konservasi,” ujar Sri Agung.
Kerja sama antara BXSea Oceanarium dan YO-GYO Aquarium Jepang akan memasuki tahap penting melalui penandatanganan resmi yang dijadwalkan berlangsung pada 13 Juni 2026.
Acara tersebut akan dihadiri langsung oleh Direktur Blue Corner Inc YO-GYO Aquarium Jepang, Koji Ishikagi.
Penandatanganan kerja sama juga melibatkan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) serta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sebagai mitra strategis dalam pengembangan program edukasi dan konservasi kelautan di Indonesia.
Keterlibatan pemerintah dan lembaga riset nasional diharapkan dapat memperkuat implementasi berbagai program konservasi yang akan dijalankan, termasuk penelitian, pengembangan teknologi pemeliharaan biota laut, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia di sektor kelautan.
KKP Apresiasi Kerja Sama Internasional untuk Penguatan Konservasi Laut
Kementerian Kelautan dan Perikanan menyambut positif kolaborasi yang terjalin antara BXSea Oceanarium dan YO-GYO Aquarium Jepang.
Pemerintah menilai kerja sama ini dapat menjadi sarana penting dalam memperkuat kapasitas nasional melalui transfer ilmu pengetahuan, teknologi, dan pengalaman pengelolaan akuarium modern.
Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan sekaligus Direktur Konservasi Spesies dan Genetik, Sarmintohadi, menegaskan bahwa kolaborasi internasional seperti ini memiliki manfaat besar dalam mendukung keberlanjutan ekosistem laut.
Menurutnya, pertukaran pengetahuan terkait pengembangbiakan spesies, kesehatan satwa, pengelolaan genetik, hingga penerapan standar internasional dalam pemeliharaan biota laut akan memberikan dampak positif bagi pengembangan konservasi di Indonesia.
Selain itu, BXSea diharapkan mampu menjalankan fungsi edukasi dan konservasi secara optimal dengan tetap mengedepankan prinsip kesejahteraan hewan (animal welfare) serta mematuhi seluruh regulasi yang berlaku.
Sarmintohadi juga berharap BXSea dapat berkontribusi lebih luas dalam mendukung program konservasi nasional melalui kegiatan penelitian, edukasi masyarakat, rehabilitasi satwa laut, hingga pengembangbiakan spesies yang membutuhkan perlindungan khusus.
“BXSea diharapkan tidak hanya menjadi tempat rekreasi, tetapi juga pusat pembelajaran yang mampu menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga ekosistem laut,” jelasnya.
Kerja sama antara BXSea Oceanarium dan YO-GYO Aquarium Jepang menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi lintas negara dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pelestarian lingkungan laut.
Melalui pertukaran pengetahuan, dukungan konservasi, dan pengembangan program edukasi, kedua institusi berupaya membangun kesadaran publik tentang pentingnya menjaga keberlanjutan kehidupan bawah laut.
Dengan hadirnya berbagai spesies edukatif seperti Pot-Bellied Seahorse serta dukungan dari pemerintah dan lembaga riset nasional, BXSea Oceanarium optimistis dapat menjadi salah satu pusat konservasi dan edukasi kelautan yang berperan aktif dalam menjaga kekayaan laut Indonesia untuk generasi mendatang.

Tinggalkan Balasan