BANTENLIVE.COM – Kenaikan harga BBM non subsidi turut berdampak terhadap pelayanan antar jemput bus sekolah gratis di Kota Tangerang Selatan (Tangsel).
Kenaikan harga yang terbilang cukup signifikan itu membuat anggaran yang sudah dialokasikan pada APBD 2026 tidak cukup menopang operasional sampai akhir tahun.
“Anggaran yang sudah kita alokasikan di 2026 kurang. Kalau dihitung-hitung hanya sampai dengan bulan September,” kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Tangsel, Ayep Jajat Sudrajat, ketika dikonfirmasi, Senin, 4 Mei 2026.
Ayep menjelaskan, saat ini terdapat 10 armada bus sekolah gratis di Kota Tangsel yang melayani 9 rute perjalanan.
Selain bus sekolah, kenaikan harga BBM juga berdampak terhadap operasional kendaraan Penerangan Jalan Umum (PJU).
Berdasarkan hasil perhitungannya, anggaran yang sudah dialokasikan pada APBD 2026 masih mengalami kekurangan kurang lebih Rp400 juta.
“Kita kalau misalkan sudah hitung kemarin, kekurangannya itu untuk bus sekolah sama mobil PJU itu sekitar Rp400 juta,” ungkapnya.
Ayep mengungkapkan, Dishub Tangsel sendiri telah melayangkan surat kepada Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) terkait dampak tersebut.
Ia berharap pemerintah dapat melakukan pergeseran anggaran agar pelayanan bus sekolah tidak terganggu.
“Makanya dengan itu kita sudah bersurat ke TAPD untuk nanti di momen perubahan atau ada pergeseran nanti untuk BBM,” tuturnyaz
“Kita takutnya perubahannya di akhir tahun Oktober atau November. itu nggak nyampe, jadi pelayanan kita akan terhambat,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan