BANTENLIVE.COM- Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Tangerang mulai mematangkan persiapan menuju Musyawarah Kerja (Musker) dengan memperkuat konsolidasi internal organisasi.

Semangat membangun sinergi dan kemandirian jam’iyah menjadi salah satu fokus yang ditekankan dalam rangkaian persiapan tersebut.

Persiapan Musker diawali melalui kegiatan pra-Musker yang berlangsung di Gedung Serbaguna Graha Santri FSPP Kota Tangerang, Sabtu (19/9/2026).

Forum ini menjadi ruang bagi jajaran pengurus untuk menyatukan gagasan sekaligus mematangkan berbagai agenda organisasi.

Wakil Ketua PCNU Kota Tangerang, Rasman Susandi, mengatakan pra-Musker tersebut diarahkan untuk memperkuat sinergi sekaligus mendorong kemandirian jam’iyah dalam memberikan manfaat bagi umat di Kota Tangerang.

Menurut Rasman, NU merupakan rumah besar yang menaungi berbagai elemen masyarakat. Karena itu, seluruh pengurus dan anggota memiliki tanggung jawab bersama untuk menjaga organisasi serta menjalankan pengabdian dengan penuh ketulusan.

“NU itu rumah besar, yang bisa memayungi siapa saja. Maka jagalah rumah ini, berkhidmahlah dengan penuh cinta,” ujar Rasman dalam keterangannya.

Usung Semangat Bersinergi dan Berkhidmah

Musker PCNU Kota Tangerang tahun ini mengangkat tema “Bersinergi, Berkhidmah untuk Umat, Memperkokoh Jam’iyah.”

Rasman menjelaskan, tema tersebut menjadi bagian dari komitmen bersama untuk memperkuat konsolidasi organisasi di berbagai tingkatan. Selain itu, PCNU Kota Tangerang ingin memastikan keberadaan organisasi dapat memberikan manfaat yang semakin nyata bagi masyarakat.

“Tema tersebut dipilih sebagai komitmen bersama untuk memperkuat konsolidasi organisasi di semua tingkatan sekaligus memastikan kehadiran NU benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas, khususnya di Kota Tangerang,” kata Rasman yang juga merupakan praktisi hukum.

Dalam kegiatan tersebut, Rois Syuriah PCNU Kota Tangerang, KH Abdul Mukti, turut memberikan arahan kepada jajaran pengurus. Ia mengingatkan agar seluruh pengurus tetap berpegang pada prinsip dasar perjuangan organisasi dalam menjalankan amanah.

Salah satu prinsip yang ditekankan adalah kaidah “Khoirun jam’iyyati anfa’u lil jama’ah”, yang dimaknai bahwa organisasi yang baik adalah organisasi yang mampu memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi jamaah.

Rasa Memiliki Jadi Fondasi Organisasi

Untuk mewujudkan prinsip tersebut, KH Abdul Mukti menekankan pentingnya rasa memiliki atau Dza ut-Tamalluk di kalangan pengurus dan anggota.

Rasa memiliki terhadap organisasi dinilai menjadi salah satu fondasi penting agar para pengurus dapat menjalankan tugas secara konsisten dan istiqamah.

Dengan rasa memiliki yang kuat, keberlangsungan organisasi tidak hanya bergantung pada struktur kepengurusan, tetapi juga pada keterikatan para anggotanya terhadap jam’iyah.

Selain rasa memiliki, aspek kemandirian juga menjadi perhatian. PCNU Kota Tangerang menilai kekuatan finansial organisasi perlu dibangun secara bertahap, salah satunya melalui kedisiplinan anggota dalam memenuhi iuran bulanan.

Kemandirian finansial tersebut dipandang penting agar organisasi memiliki kemampuan untuk menjalankan program secara lebih berkelanjutan tanpa terlalu bergantung pada pihak eksternal.

KH Abdul Mukti juga mengingatkan pentingnya menjaga persaudaraan di lingkungan organisasi. Setiap dinamika atau persoalan yang muncul di internal jam’iyah diharapkan dapat diselesaikan dengan mengedepankan komunikasi, kekeluargaan, serta nasihat dari para sepuh dan kiai.

Rasman menyampaikan bahwa para pengurus juga diingatkan untuk tidak mengambil keputusan secara tergesa-gesa ketika menghadapi persoalan organisasi.

“Menjaga persaudaraan dan menyelesaikan masalah secara internal. Apabila terdapat dinamika atau permasalahan di dalam organisasi, KH Abdul Mukti berpesan agar diselesaikan secara internal, kekeluargaan, serta dengan mendatangi para sepuh dan kiai untuk meminta nasihat,” jelas Rasman.

Menurutnya, pesan tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga keutuhan jam’iyah agar setiap persoalan tidak berkembang menjadi konflik yang dapat mengganggu jalannya organisasi.

Program Kerja Dipersiapkan Sebelum Musker

Selain konsolidasi organisasi, persiapan program kerja juga menjadi perhatian menjelang pelaksanaan Musker PCNU Kota Tangerang.

Rancangan program dari berbagai lembaga dan badan otonom (Banom) diminta dipersiapkan secara matang. Selanjutnya, berbagai usulan tersebut akan diselaraskan dalam forum Musker agar dapat menjadi program kerja yang terarah dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Rangkaian pra-Musker ini sekaligus menjadi momentum bagi PCNU Kota Tangerang untuk menyatukan langkah seluruh unsur organisasi. Dengan sinergi, penguatan rasa memiliki, serta kemandirian jam’iyah, program yang dihasilkan diharapkan mampu semakin memperkuat peran NU dalam berkhidmah kepada umat di Kota Tangerang.

 

Nadia Lisa Rahman
Editor